Minggu, 22 November 2015

Someone

Seseorang yang ada di sisiku.
Selalu menatapku..
Caramu berbicara, caramu memandang terasa begitu akrab..
Seseorang yang sudah kutunggu..

Mungkin aku tidak tahu bagaimana mencintai..
Jadi aku tidak bisa mengatakan apapun..
Aku sudah bersamamu sepanjang waktu..
Aku masih melihatmu..
Tapi kamu tidak tahu aku..

Akankah engkau mengenaliku jika aku melangkah lebih dekat?
Atau haruskah aku menunggu sebentar lagi?

Aku jatuh cinta denganmu, tanpa kamu menyadarinya..
Tapi aku ingin berbagi cinta ini sekarang..

Mungkin aku tidak tahu hal lain kecuali kamu..
Jadi aku tidak bisa jatuh cinta pada orang lain..
Hatiku sudah bersikap aneh..
Aku selalu menunggumu.
Tapi kamu tetap tidak tahu apa yang kurasakan..

Aku tidak bisa mengatakannya, karena kamu tidak di sini..
Aku ingin memberitahukannya setiap kali aku melihatmu..
Kamu sangat berarti bagiku..

Aku tidak tahu hal lain kecuali kamu..
Aku tidak bisa tidak mencintaimu..
Suaramu yang memanggilku..
Matamu yang memperhatikanku..
Kamu harus jatuh cinta denganku juga..

Tapi..
Kamu tidak tahu hal lain kecuali dirimu..

Minggu, 23 Agustus 2015

Karena kamu

Tidak peduli seberapa keras itu, selalu tersenyum setiap kali melihatmu..
Karena kamu hidup untuk setiap hal kecil yang aku miliki..
Aku seperti sahabat yang akrab dengan mu, meski terkadang segala sesuatu serasa canggung..

Setiap kali melakukan segalanya bersama-sama, selalu kau memegang hati ku..
Tidak peduli betapa aku terus berbicara,
Meskipun terkadang aku berbicara tentang hal-hal yang membosankan, kamu hanya tersenyum dan mendengarkan..

Ini semua karena kamu, karena kamu aku bahagia..
Tidak peduli berapa banyak aku mencari dunia ini, tidak dapat menemukan orang lain seperti dirimu..
Ini semua karena kamu, karena kamu aku pun menangis..
Hari ini aku dalam kesedihan lagi, tidak peduli berapa banyak mencari dunia ini, aku tidak dapat menemukan kamu..
Apa yang harus aku lakukan??

Rabu, 08 Juli 2015

Satelit

Kurasakan hadirmu tiada tertangkap mata
Namun telah ku baca tulisanmu berwarna
Apa yang di rasa semua kejadian tersirat
Namun selisih kita di jalan mutlak
Ku pasti berada di selatan kau singgah
Beberapa menit kau beranjak ku tiba
Kurasakan aroma parfummu sekejap
Dan terdengar langkah-langkah mu berjalan
Menghilang
Dikaulah satelitku
Tersembunyi dalam waktu
Dikaulah satelitku
Terlampau jauh ku tempuh
Tuk membelai mu
Andai kumiliki sebingkai gambarmu sekarang
Lebih mudah ku rangkai semua tulisan
Kan kujadikan buku manual berjalan
Dan kulukiskan di setiap tempat kau pernah
Singgah
Dikaulah satelitku
Tersembunyi dalam waktu
Dikaulah satelitku
Terlampau jauh ku tempuh
Tuk membelai mu

๐ŸŽต๐ŸŽผ๐ŸŽ™The upstairs - Satelit

Kamis, 11 Juni 2015

Kelopak Bunga Sakura


Bunga sakura yang bergetar dan jatuh,
kenangan yang ingin dilupakan dan suara mu datang kembali..
Sama seperti saat angin musim semi bertiup tanpa henti..
Waktu bajumu menari di angin dan aroma sekilas datang kembali padaku..
Sama seperti waktu itu..

Mengingat bunga sakura yang jatuh membawa arti..
Aku mulai menyukai waktu yang tampaknya bersinar..
Aroma yang tidak berubah terbawa angin..
Satu-satunya perbedaan adalah kau tidak di sini..

Sedikit teringat kembali kenangan angin musim semi..
Tepat di bawah pohon sakura berbicara sepanjang malam
Kau bersinar terang, sekarang menjadi bukti kenangan
Pertemuan dan perpisahan ketika bunga sakura jatuh
Meski begitu, tempat ini tetap sama, tidak berubah..
Menggapai bunga yang jatuh dan seperti berkata.. 
Suatu hari, akan berpisah bukan?

Kembali ke musim saat bunga sakura bergetar.
Waktu itu, kemudian memanggil ku untuk membangunkan mu..
Sebelum aku menyadarinya, musim itu datang kembali..
Mengundang kenangan singkat ku dengan mu..
Membuka pintu di hatiku..
Tapi kelopak menyelinap melalui tangan..
Memahami untuk pertama kalinya, sepertinya aku mengerti..
Aku tidak tahu sampai aku datang ke tempat ini..
Sampai aku datang ke sini, bahkan sekarang, ada aroma musim semi..
dan ini takdir..

Jika aku menutup mata, bisa kembali ke hari itu..
Suatu saat, bayangan mu yang tidak hilang..
Selain hari itu, pemandangan pun tidak berubah..
Kelopak yang bergetar tidak mengatakan apa-apa..
Kita akan menghabiskan hari di bawah bunga sakura..
Segera, lalu menari di bahuku..
Kelopak yang jatuh ke telapak seseorang..
Memegangnya di tangan ku dan menutup mata ku dan kamu sisiku..


Selasa, 12 Mei 2015

Rahasia

Dengan mu yang memanggil namaku saja..
Dadaku langsung terasa memanas!
Kebahagiaan yang mendekatiku ini..
Aah, tidak bisa kulepaskan..

Cinta itu membawa angin yang lembut..
Seperti angin yang memimpikan keesokan hari..
Rasa senang di saat aku ingin menyampaikan sesuatu padamu..
Telah mengubah diriku..

Kata-kata itu takkan keluar dari mulutku..
Namun suatu saat nanti aku akan berkata
"Terima kasih, aku mencintaimu"
Biarkan diriku tetap seperti ini lebih lama lagi..

Minggu, 10 Mei 2015

Madu atau pilu?

Bunga warna warni yg bermekaran..
Mengelilingi tamaman..
Memiliki pemuja, Ah bukan!
Tapi seperti saling membutuhkan..

Yang memetik indah bagian..
Menjadikan seperti pemanis kehidupan..

Menawarkan sejuta kenangan..
Atau bahkan meninggalkan pilu dari setiap tegukan..

Aku tak tau mana yg kalian tawarkan,
Dalam cangkir yg terhidang di depan..

Tapi rasanya aku memilih racun..
Terasa pahit dan terhkianati oleh bunga..
Padahal indah yg dia tawarkan..
Semoga hanya khayalanku saja..

Selasa, 05 Mei 2015

Trip with my Red Backpack! (Part Bromo)

Perjalanan dimulai dari stasiun senen tanggal 30 April..
Gumarang, kereta yg membawa kami (aku dan rini) sampai di stasiun pasar Turi Surabaya.
Kereta datang terlambat dari waktu yang sudah tercetak di karcis kami.
Setengah jam atau bahkan satu jan sepertinya saya nenunggu gelisah.
Kereta ekonomi, dengan kursi yang terbagi 3, gerbong 2 dan selisih 3 gerbong dr restroom tempat favorite ku kalo perut meraung raung..
Di depan ku duduk bapak2 yg sepertinya kelelahan dan hanya tertidur selama perjalanan, disebelah ku ada Rini dan de sebelah nya ada pemuda yg sepertinya cukup matang tak tau sudah beristri atau tdk, imam namanya sempat menawari kami untuk mkn bersama di restroom, depannya ada mas wahyu yang bertukar no handphone dan mbak icha yg memberikan nomor Jeep jika kami ingin menyewa jeep di bromo..
Singkat cerita ngalor ngidul selama perjalanan, seperti nya rini jatuh hati dgn mas Imam di sebelahnya hehehe lol..

Pukul 4 pagi tgl 1Mei kami sampai di sts Pasar Turi, dengan pede nya setelah matahari bersinar di luar stasiun, saya naik angkot entah si pak supir dengar ucapan saya yg ingin ke terminal bungurasih tetapi kok malah di bawah ke kawasan sunan ampel surabaya.. sedih lapar bingung seketika menggrogoti pikiran saya, sambil makan dan bercakap dengan ibu2 yg sepertinya berasal dr madura dia bilang terminal bungur jauh dr tempat ini.. pucuk dicinta ulampun tiba, ada aja rejeki datang tak diduga, mas2 yg saya ga tau namanya menawari kami untuk di antar ke terminal, langsung saja tanpa terpikir hal yg jelek ttg org itu saya iyakan! Dengan mantap! Hehehe lumayan.. (denger2 klo naik taksi bisa 120ribuan) pdhl mamak2 penjual soto madura ini bilang jangan, hati2, awas diculi, apalah apalah yg saya ga ngerti dia ngomong pake bahasa madura 😭😭😭
End then!!!!!! Kita ga diculik, kita diantar langsung masuk ke dalam terminal Bungurasih!! Yeay! Makasih ya Cak! Maaf sempat berfikir buruk di tengah jalan mengingat ucapan mamak2 td..
Naiklah kita bus jurusan probolinggo.. yg diprediksi tuan rumah (Reni) bisa sampai 2-3jam, ternyata kami di bus selama 6 jam!! Karena macet banjir di kota nya diva dangdut Indonesia (red. INUL DARATISTA) Sampai di Pertelon Gending Probolinggo kami di jemput Reni dan Mbak Sri.. waktu sudah menujukan pukul 2 siang! Perut keroncongan, dekil, kumel, bau asap rokok mas2 yg duduk di sebelah 😢😢😢
Tapi habis itu kita langsung makanggg! istirahat sejenak, jam 4 sore langsung cussss naik ke BROMO! Dengan gagahnya kita ber 3 naik sepeda motor.. karena hujan rintik2 dan jalan yg mulai gelap kami pacu dengan pelan sepeda motor buatan japan ini.. kabut tebal jam 6 tanpa ada lampu menyisir kawasan sebelum karcis masuk Wisata Bromo, cari mas2 yg sudah jauh2 hari kami pesan kamar dengannya.. murah meriah 150rb satu malam dengan dua ranjang..
Sesampainya, tanpa mengenal lelah kaki gatal ingin mengelilingi kawasan sekitar penginapan yg td kita lewati sudah banyak jeep2 antri dipinggir jalan.. belilah kupluk2 unyu kenang2an 10ribu rupiah terpampang tulisan G.Bromo.. lumayan tebel buat menemani malam yg dingin.. ternyata tim Jejak Petualang pun sedang dikawasan tmpt kami menginap, sayang ga bisa foto sm medina kamil..

Day 2, tanggal 2 mei...
Alarm dipasang pukul 2 pagi, pingin ke pananjakan 1 tapi apadaya, raga sudah sedikit letih (baru sedikit) alhasil jam 4 pagi baru bangun, dan cm ke pananjakan 2, lumayanlah 2.392 mdpl disuguhi samar2 matahari terbit dan lautan kabut tebal sejauh mata memandang menutupi sebagian gunung Batok..
SUBHANALLAH! Indah nya ciptaan Tuhan ini..
Selepas melihat dan narsis bersama indahnya alam, kami pun turun kembali ke homestay.. mempersiapkan diri untuk "racing" dikawasan pasir gunung bromo..
Lagi2 melihat indahnya ciptaan sang maha Esa, ga ada hentinya mengucap Subhanallah..
Hujan sempat membuat kami menepi di warung bertenda kawasan padang savana, habis itu lanjut berfoto, sayang kami tak sempat naik ke kawah karena ingin mengejar siang di kawasan air terjun.. lagi2, cuaca tak bersahabat, perut ku pun bergejolak hebat krn makanan pedas semalam, kunci motor hilang diperjalanan turun ke kota. Untung seribu untung mesin motor ga mati sampai kami menemukan si Tukang Ahli Kunci 😢😂 ada-ada aja kejadian yg buat kami ingin tertawa bingung sedih atau putus asa.. hahaha.. jam 6sore akhirnya kami sampai kembali ke rumah Reni yeaay...! \(゜ロ\)(/ロ゜)/

Rabu, 15 April 2015

Jatuh Sebagai Hujan

Ketika waktu yang dijanjikan tiba..
Harapan ketika kita bertemu..
Menjadi benih yang nantinya akan tumbuh..

Berapa lama waktu untuku menunggu..

Dari langit aku selalu mengawasi dalam keheningan..
Sekarang akan jatuh sebagai hujan..

Semua yang bisa aku lakukan..
Bahkan jika itu hanya berarti sedikit.. 
Maka, aku akan jatuh sebagai hujan..
Menawarkan air mata ini untuk mu..

Rabu, 11 Maret 2015

No name..

Jumat lalu..
Saat matahari pagi masih malu-malu
Untuk memancarkan sinarnya..

Aku terpaku..
Di sudut mata yg menggetarkan tubuhku
Merindu dalam batin berbunga..

Aneh..
Tak pernah merasakan ini sebelumnya..
Dalam sosok asing samar2 mebawa cerita..
Berisik batin ingin lebih mengenalnya..

Bermodal nama panggilan..
Beribu atau bahkan berpuluh org pun sama..
Apa yg dilakukan teknologi pun tak kunjung melegakan rasa..

Masih tergetar..
Masih penasaran..
Masih masih dan masih..

Berharap kan dipertemukan kembali..
Dalam percakapan meskipun tak berarti..
Biar rasa penasaran ini tak menjadi duri..

Rabu, 18 Februari 2015

Cahaya Sesaat

Daripada menangis sendiri di sudut kota
Lebih baik menangis di dalam keramaian orang
Kota terlihat buram karena air mata yang meluap
Namun ilusi itu akan membuatmu lebih baik

Hari di saat kita berpisah akan semakin dekat
Meski aku tahu, entah kenapa terasa menyakitkan
Apakah aku benar-benar mencintaimu?
Tak yakin itu cinta dan aku pun merasa sedih
Meski berusaha kuat, hatiku tetap menunjukkannya
Dengan suara yang lemah, kuucapkan "love you"
Meski pun sakit dan terluka, aku harus menjadi lebih kuat

Air mata yang mengalir dengan derasnya
Mampu menyembuhkan hatiku yang hancur
Rasa sakit dari virus cinta yang tersisa
Biarkanlah ia mengalir

Meski sudah beberapa kali patah hati

Setiap kali bertemu dengan seseorang
Janganlah kalah dengan rasa cemas itu
Just get stronger!

Sebelum senja berubah menjadi malam

Mari membuang kesedihan itu di hari ini
Meski sedikit saja, mari memilih jalan memutar
Karena mungkin ada hal baik di hari esok

Sebentar lagi aku akan menjadi lebih kuat

Ya, aku yakin dapat melihatmu kembali
Aku bahagia ketika dapat melihatmu
Cahaya Sesaat

Minggu, 18 Januari 2015

Alasan

Dalam pelukan mu..
Tanpa alasan ada kehangatan..
Dan aku tahu kehangatan mu..
Cinta yg seperti menyentuh es lalu terbakar..

Dan mungkin ku telah tertarik, mengapa?
Meskipun cinta yg berakhir suatu hari nanti sama dgn yg lain..
Terdengar samar perasaan yg sebenarnya..
Mencekik sebelum mengubah rasa..

Hanya sedikit merasakan..
Dan yg dicari untuk selamanya..
Banyak di sisi mu..
Aku ingin menjadi seperti mu..
Tidak terbatas..!

Walau hanya memeluk bayangan..
Menghindar dari perih yg tersisa dalam gemetar..
Cukup menyakitkan jika menjadi kenangan..
Aku tak mau terbakar!

Pembaharuan

Memaksa untuk mengikuti..
Mengharapkan untuk menandatangani.. Sedikit egois!
Angin yang tersisa di tempat ini..
Permohonan yg tak bisa ditolak hati..

Untuk selalu ada dan tiba-tiba datang..
Dalam ruang melalui jantung..

Adakah kata2 terakhir yg terucap?
Untuk aku pergi..