Rabu, 17 September 2014

Sayap-sayap Patah

Kereta api berjalan ke suatu tempat..
Suara peluit...
Aku bisa mendengarnya
Dari kamar yang sepi ini ...

Apa yang harus aku ucapkan kepada mu?
Tidak peduli mana kata-kata yg aku ucapkan, sperti tak akan menerima balasan..

Aku ingin memelukmu mengobati sayap2 yang patah..
Lembut mencium mu dengan rasa yg mendalam..
Air mata yang jatuh dari mata..
Tak sanggup aku pungkiri..

Bahwa kita bertemu satu sama lain
Apakah suatu dosa?
Yg ditakdirkan untuk mengucapkan selamat tinggal..
Hukuman Ilahi?

Bagaimana aku bisa meminta maaf?
Bukan karena aku jatuh cinta dengan seseorang..
Tapi aku pernah membohongi hatiku dulu..
Yg ternyata hanya merasakanmu..

Sayap indah terlihat seolah-olah merobek..
Ketakutan ku kini tumbuh..
Berharap tak ada lg yg berubah..
Sehingga hati yang murni tak akan pernah tercemar ...
Aku mulai merasakanmu..

Buka pintu dan perlahan-lahan..
Lihatlah aku..

Jika saja aku bisa menyembuhkan sayap patahmu..
Dengan lembut mengatur membebaskan cinta..
Yg dikurung di kandang hatiku dan hatimu..
Mungkinkah?