Senin, 17 November 2014

Dalam Hujan

Kebohongan dan kebenaran di depan mataku tersimpan dalam nada sepia..
Kehangatan seraya meringkuk bersama, aku tak mengerti...
Jika itu semacam hiburan maka seharusnya bosan kini..

Kenangan yg tak kenal lelah tampaknya telah melupakanku..
Jika aku menutup mata..
Itu hanya akan tumbuh menyelimuti di kejauhan..
Lalu tertawa..

Akankah hujan yang lama dan dingin suatu hari akan berhenti?
Mengapa hujan memilihku??
Mengapa memilihku yang memiliki tempat untuk melarikan diri???

Waktu menyusup di pagi hari yang baru akhirnya aku temukan..
Arahku pergi bukan masa lalu, aku terus mengejar ke masa depan yg semu..

Kau yang memberiku kesempatan dengan kenyamananmu dan kebencian serta kepengecutanku..
Segera meraba-raba, masalahku tumpah di pipiku yg lelah..

Mata yang tak ingin tahu masa lalu dan jari-jari yang bisa menghapus semuanya..
Menyembuhkan luka pada langkah perlahan, pada jarak yang tampaknya terjangkau..

Akankah hujan yang lama dan dingin suatu hari akan berhenti?
Mengapa hujan memilihku? Apakah tak apa-apa membiarkan diriku tenggelam di dalamnya??

Hujan terus turun sepanjang hari tanpa tahu akan berhenti..
Sementara kita perlahan meringkuk bersama dalam kehangatan di bawah payung..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar