Rabu, 16 Juli 2014

Esa

Suatu hari, dalam kemelut kendaraan ibukota..
Dalam panasnya hari selasa..
Terlihat sebuah cahaya yg lebih terang dr mentari..
Iya tak hanya menyinari bumi, tapi juga hati..

Seperti hal nya matahari,
Iya kadang bersembunyi dibalik awan..
Atau bahkan kadang iya marah membuat smua kepanasan..
Tapi ada yg tak ku mengerti dari cahaya ini,
Warna nya yg dapat berubah entah dia sedang apa,
Atau bahkan dia datang sesuka hati entah mengapa..

Dalam benak ku berkata "Mungkin dia berbeda"
Tetap saja menjadi primadona..
Terbiasa ku buat menjadi esa, terbiasa ku rasa menjadi dewa..
Diagungkan oleh aku yg memuja..
Ya, aku rela kau buat aku menjadi seperti apa..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar