Jumat, 16 Mei 2014

Sajak Kabur

Angin akan pergi, meninggalkan kursi tua itu..
Dan sebuah beranda pun menunggu..
Terik siang dilepaskan waktu..
Ruang menyelenggarakan sunyi untukmu..

Adalah sesekali, kemarau yang membakar-bakar..
Adalah sesekali, pohon-pohon terpencil diluar..
Dan kita pun duduk dibangku tua..
Bercerita kepada senja kisah lama..

Langit lembayung itu, adalah sepasang cemara..
Langit busung itu, adalah langit percakapan kita..
Sebuah ruang menyelenggarakan sunyi..
Hingga nanti, kembali tak singgah disini lagi..

1 komentar:

  1. hasiiik, ga nyangka si anu ada bakat jadi penyair, terusin nu! :-D

    BalasHapus